Bimbingan Teknis Pengisian Sistem Informasi Terlapor BUMD Jawa Tengah Tahun 2025 di Purbalingga
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Biro Perekonomian Sekretariat Daerah kembali menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengisian Sistem Informasi Terlapor BUMD Tahun 2025. Kegiatan berlangsung di Kabupaten Purbalingga pada tanggal 10–11 September 2025 dan diikuti oleh perwakilan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dari berbagai kabupaten/kota se-Jawa Tengah serta BPR BKK SeJawa Tengah.
Bimbingan Teknis ini disusun sebagai upaya memperkuat akuntabilitas, transparansi, dan kualitas pelaporan BUMD dalam mendukung pembangunan daerah. Dengan adanya sistem terintegrasi, pemerintah daerah memiliki akses yang lebih cepat dan akurat terhadap laporan kinerja serta kondisi keuangan perusahaan daerah. Hal ini juga sejalan dengan visi Provinsi Jawa Tengah untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, profesional, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi informasi.
Acara berlangsung selama dua hari dengan agenda yang padat. Pada hari pertama, peserta mendapatkan pemaparan mengenai regulasi terbaru terkait kewajiban pelaporan BUMD kepada pemerintah daerah dan kementerian terkait. Materi yang dibahas mencakup landasan hukum, struktur pelaporan, serta peran strategis BUMD sebagai penggerak perekonomian daerah. Narasumber dari Biro Perekonomian menekankan pentingnya konsistensi dan ketepatan waktu dalam penyampaian laporan agar proses evaluasi dan pengambilan keputusan dapat dilakukan secara lebih efektif.
Selain itu, peserta juga diperkenalkan pada fitur-fitur terbaru dalam Sistem Informasi Terlapor BUMD. Melalui simulasi langsung, peserta belajar cara melakukan input data, validasi, hingga proses unggah dokumen pendukung. Sesi ini dirancang interaktif agar seluruh peserta dapat memahami teknis pengisian secara menyeluruh. Tim teknis memberikan pendampingan intensif bagi peserta yang masih menemui kendala dalam penggunaan sistem.
Hari kedua difokuskan pada praktik mandiri. Seluruh peserta diminta mengisi format laporan berbasis sistem sesuai dengan data yang dimiliki. Tim fasilitator melakukan evaluasi sekaligus memberikan masukan terkait kesalahan umum yang sering terjadi dalam pengisian. Beberapa peserta menyampaikan pengalaman mereka dalam mengelola data perusahaan daerah, mulai dari laporan keuangan, investasi, hingga program tanggung jawab sosial. Dengan adanya forum diskusi, peserta dapat saling bertukar pengalaman dan menemukan solusi atas permasalahan yang dihadapi dalam penyusunan laporan.
Kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat koordinasi antar-BUMD di Jawa Tengah. Melalui komunikasi yang terbangun, diharapkan terbentuk sinergi dalam peningkatan tata kelola perusahaan daerah. Pemerintah provinsi menekankan bahwa sistem informasi bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan instrumen penting untuk mendorong kinerja BUMD agar lebih sehat, transparan, dan berdaya saing.
Selama kegiatan berlangsung, suasana interaktif terlihat jelas. Peserta antusias mengajukan pertanyaan, memberikan masukan, serta mencoba secara langsung aplikasi yang telah disiapkan. Kehadiran para fasilitator dengan latar belakang teknis maupun regulasi membuat proses pendampingan berjalan lancar.
Bimbingan Teknis di Purbalingga ini juga menjadi momentum penting untuk memperkuat peran BUMD dalam menopang perekonomian Jawa Tengah. Dengan sistem pelaporan yang lebih baik, pemerintah daerah dapat mengukur kinerja BUMD secara obyektif, mengidentifikasi peluang pengembangan usaha, sekaligus mendeteksi risiko yang perlu diantisipasi sejak dini.
Di akhir kegiatan, peserta menyampaikan komitmen untuk segera menerapkan hasil Bimtek di instansi masing-masing. Evaluasi juga dilakukan untuk memastikan setiap BUMD mampu mengoperasikan sistem dengan baik. Pemerintah provinsi akan terus melakukan monitoring dan memberikan pendampingan agar implementasi sistem berjalan sesuai tujuan.
Bimtek Pengisian Sistem Informasi Terlapor BUMD Tahun 2025 di Purbalingga menegaskan pentingnya digitalisasi tata kelola perusahaan daerah. Dengan sistem yang terintegrasi, diharapkan ke depan tidak ada lagi keterlambatan atau ketidaksesuaian dalam laporan BUMD. Langkah ini diharapkan membawa dampak positif terhadap peningkatan kepercayaan publik, memperkuat akuntabilitas, dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan ekonomi Jawa Tengah.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk terus mendorong BUMD menjadi entitas yang modern, adaptif, dan berorientasi pada pelayanan publik serta kesejahteraan masyarakat. Harapan besar tertuju pada BUMD agar dapat bertransformasi menjadi motor penggerak ekonomi daerah yang kompetitif dan berdaya saing tinggi di tingkat nasional maupun global.
Berita Terbaru
Berita Terpopuler
Link Terkait